Senin, 10 Oktober 2011

KUMPULAN PUPUH DAN CARA PEMBUATANYA.

1.1 Latar Belakang
Dharmagita merupakan suatu karya seni keagamaan yang menggunakan media suara atau vocal dalam agama hindu, didalamnya terdapat syair-syair yang sudah diringkas sedemikian rupa dan dengan penuh ajaran keagamaan. Melalui Dharmagita seseorang dapat menghayati Ajaran Agama secara mendalam, sehingga perasaan, pikiran dan budi menjadi tulus serta meningkatkan Sradha Bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pembinaan kehidupan beragama secara baik dan berkesinambungan salah satu metode yang ditempuh dengan melaksanakan Utsawa Dharma Gita untuk mewujudkan adanya kesatuan dan persatuan umat Hindu yang kokoh, Dharmagita memiliki perasaan yang sangat penting sebagai sarana untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber dari semua yang ada dan juga salah satu media tradisional untuk memasyarakatkan ajaran agama Hindu, melalui Dharmagita pula dapat memotivasi umat untuk mencintai agamanya sendiri.
Dharmagita mengandung berbagai nilai pendidikan seperti tatwa, susila, dan upacara serta petuah lain yang dapat dipedomani dalam kehidupan bermasyarakat, hal inilah yang menimbulkan ketertarikan untuk menggali makna, nilai-nilai pendidikan dan petuah dalam pupuh-pupuh yang ada, dan penulis mencoba mencari makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pupuh mijil, pupuh ginanti, dan pupuh pucung.


BAB II
2.1 Pupuh Mijil
* Salah Unduk
* Nista Iba Sampi
* Jugul Ditu Nongos
* Awak gede, tanduk lanying ngrenyeb
* Yan Mategul
* Kone Iba Sakti
* Tanpa daya mredi hidup
* Terjemahannya
* Salah penafsiran
* Miskin kamu sapi
* Dineraka tempat kamu tinggal
* Badan besar,  punya tanduk yang tajam-runcing
* Kalau diikat
* Membuat keonaran setiap hari
* Katanya kamu sakti
* Tanpa memikirkan tentang kehidupan
* Padalingsa
* 4u
* 6i
* 6o
* 10e
* 4u
* 6i
* 6i
* 8u
* Maknanya
Makna yang terkandung dalam pupuh Mijil dimana mengibaratkan seseorang yang salah menafsirkan tentang sifat seseorang dan karakter orang tersebut . Dia menganggap orang kaya dan mempunyai segalanya bias menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakatnya, tanpa mnemikirkan kehidupan yang akan datang, padahal dimata Tuhan orang itu sama ciptaannya, cuma garis hidupnya saja yang membedakan ada yang kaya dan yang miskin, sebenarnya orang yang tidak mampu baik dijadikan pemimpin karena kerendahan dan kejujurannya menjadikan sesorang mencapai kesempurnaaan karena menghargai apa artinya kehidupan, malah orang yang kaya menganggap semua hal apapun bisa dibeli dengan uang tanpa memikirkan perasaan orang lain, Cuma mau mementingkan kepentingannya sendiri.
2.2 Pupuh Ginanti
* Tunas titiang apang manut
* Raharja sujana sami
* Ngemban jagat mahardika
* Sang Hyang Agama pisinggih
* Manut pratikahing Jana
* Tunggal idepe ulati
* Terjemahannya
* Saya minta supaya benar
* Kebaikan semua Ilmu
* Memimpin masyarakat yang sejahtera
* Ilmu Agama merupakan ajaran dasar satu
* Menurut prilaku seseorang
* Ilmu rohani yang utama
* Padalingsa
* 8u
* 8i
* 8a
* 8i
* 8a
* 8i
* Maknanya
Makna dari pupuh ginanti yaitu seseorang yang menginginkan masyarakatnya mampu melakukan suatu kebenaran atau kebaikan. Serta pemimpin yang bijaksana akan bisa menjadikan masyarakat sejahtera dengan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman atau dasar untuk melakukan sesuatu hal kebaikan yang abadi untuk menjadikan masyarakat yang makmur dan sejahtera serta selalu berdoa Kepada Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi sesuai dengan ajaran agama yang diajarkan sesuai dengan Tri Kaya Parisudha.
2.3 Pupuh Pucung
* Ksama Iku
* Anggen ngardi ne rahayu
* Pacang manggih samta
* Ngawe becik kula wargi
* Yening adung
* Jagate manggih raharja
* Terjemahannya
* Kebaikan kita
* Dipakai untuk mendorong kesejahteraan
* Akan menentukan
* Membuat baik pada semua orang
* Kalau sudah ada kesepakatan
* Menjadikan dunia yang sejahtera
* Padalingsa
* 4u
* 8u
* 6a
* 8i
* 4u
* 8a
* Maknanya
Makna dari pupuh pucung ini dimana dalam suatu Negara, kalau sudah berbuat kebaikan serta selalu menjalankan Dharma atau Kebajikan yang bersumber pada ajaran agama, maka akan menjadikan negara yang sejahtera karena sudah dilandaskan atas persetujuan atau kesepakatan bersama didalam mewujudkan negara yang aman sentosa, untuk kepentingan bersama, dimana Negara itu akan merasakan rakyat yang makmur, kekal dan abadi.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dharmagita merupakan Nyanyian keagamaan yang mengandung nilai kebenaran. Dharmagita memiliki peranan yang sangat penting dalam upacara keagamaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, karena sering kali nasehat yang beguna disampaikan melalui nyanyian. Selain itu, Dharmagita merupakan salah satu Sad Dharma. Adapun tujuan mempelajari atau memahami Dharmagita adalah untuk menyebar luaskan atau memasyarakatkan ajaran agama Hindu dan untuk memberikan dorongan kepada kita agar lebih mencintai kebudayaan
Dharmagita merupakan suatu karya seni yang didalamnya banyak mengandung nilai pendidikan seperti tattwa, susila, dan upacara, dalam pupuh mijil, ginanti, dan pupuh pucung terdapat banyak nilai pendidikan yang dapat dipedomani dalam kehidupan.

3 komentar:

  1. Buatin Pupuh dong..sesuai padalingsanya pupuh mijil

    Suksma :)

    BalasHapus
  2. Buatin pupuh sinom dong tentang kehidupan sehari-hari
    suksma :)

    BalasHapus
  3. eta teh pupuh kinanti meureun lain pupuh ginanti hehehe!
    cing pang ngajieunkeun pupuh mijil keur kamis isuk

    BalasHapus

KOMENTAR ANDA SANGAT DIPERLUKAN, TERIMA KASIH